Tuesday, 5 April 2016

Thalhah yang Baik Hati



Thalhah bin ubaidillah termasuk salah seorang sahabat yang kaya raya. Kenyataannya terus bertambah setiap selesai menyerahkan hartanya di jalan Allah. Suatu hari, istrinya Su’udah bin ‘Auf menjumpai suaminya dalam keadaan murung. Ketika ditanya, Thalhah menjawab: “Harta yang banyak itu sangat menyusahkan dan menyempitkan ruang gerakku,” kata Thalhah kepada istrinya.
Sang istri lantas menasehati, agar harta itu diserahkan saja kepada fakir miskin, yatim piatu dan orang-orang yang membutuhkan.

Thalhah spontan bangkit dan memanggil orang-orang untuk membagi-bagikan harta sampai habis.
Sementara pada saat lain, selesai menjual sebidang tanah, ia melihat tumpukan uang menggunung. Tanpa terasa ia berlinang air matanya, dan berkata: “sungguh, bila seseorang dibebani harta banyak dan tidak tahu apa yang akan dilakukannya, pasti akan mengganggu ketentraman beribadah kepada Allah.”
Selesai berkata demikian, Thalhah tetap memberikan belanja kepada orang-orang Bani Taim yang mempunyai tanggungan keluarga, menikahkan mereka, menyantuni anak yatim, dan mengkhitankan mereka serta membayar hutang orang-orang yang tak mampu.

Itulah Thalhah bin’ Ubaidillah yang digelari “Thalhah yang baik hati.” Demikianlah Allah melapangkan rezeki hambanya yang selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah.

No comments:

Post a Comment