Tuesday, 5 April 2016

Ketakutan Setan Pada Orang Tidur




Suatu ketika, tatkala nabi hendak melakukan ibadah di masjid, beliau terperanjat karena setan datang lebih dulu. Setan itu sudah berada di dekat pintu masjid. “hai setan!” sapa Nabi, “apa yang hendak kau kerjakan di sini? Terkutuklah engkau, wahai setan!” kutuk Nabi sambil mengusir setan dari dekat pintu masjid.
Mendengar sapaan Nabi Muhammad, setan hanya tersenyum sambil melirik orang yang melakukan shalat. Setelah menjawab: “aku hendak masuk ke dalam masjid ini dan akan mengganggu orang yang sedang shalat itu.”

“Mengapa engkau tidak mengganggu dan hanya berdiri di dekat pintu ini?” tanya Nabi sambil menunjuk pintu yang dimaksud.
“Tahukah engkau, wahai Muhammad,” kata setan dengan nada sedikit meninggi.
“apa?” kata nabi ingin tahu.
“aku takut pada orang yang sedang tidur di dekatnya,” jelas setan sambil menunjuk kepada orang yang sedang tertidur di dekat orang yang sedang melakukan shalat.
“hai setan,” kata nabi. Apa?” tanya setan sedikit geram. “mengapa engkau takut kepada orang yang sedang tertidur dan tidak takut kepada orang yang melakukan shalat?” tanya Nabi. “sedangkan orang yang melakukan shalat itu adalah orang yang sedang berbisik kepada Allah, dan orang yang sedang tidur itu adalah orang yang lalai kepada-Nya,” tambah Nabi menjelaskan.
“wahai Muhammad,” kata setan. “Orang yang sedang melakukan shalat itu bodoh dan mudah tergoda oleh kaumku. Sedangkan orang yang tertidur di dekatnya adalah orang yang berilmu dan sulit tergoda bujuk rayuku,” setan menjelaskan.

“Lalu, mengapa engkau takut?” tanya Nabi lagi. “Aku khawatir wahai Muhammad,” kata setan dengan muka menunduk dan tak mampu menatap Nabi Muhammad lebih lama, karena Nur Muhammad yang memancar dari wajah beliau.
“kalau aku berhasil menggoda orang itu,” katanya sambil menunjuk oarang yang sedang melakukan shalat, “orang yang tertidur disampingnya akan terbangun. Kalau dia terbangun, maka ia akan membetulkan shalatnya yang salah itu. Lalu apa gunanya godaanku?” jelasnya sambil mengangkat alisnya tinggi-tinggi.
“O...begitu!” kata Nabi. “kalau begitu, pergilah engkau wahai makhluk terkutuk,” kata Nabi lagi mengusir setan yang sedang berdiri di dekat pintu mesjid.

Percakapan Nabi dengan setan menunjukkan bahwa orang-orang berilmu (alim) lebih tinggi derajatnya daripada orang bodoh.
Setan sangat takut mengganggu orang-orang yang mempunyai ilmu pengetahuan.
Dalam kesempatan lain, Nabi bersabda: “orang berilmu (alim) yang sedang tidur, itu lebih baik dari ibadahnya orang bodoh.”
“begitu tinggi derajat orang-orang berilmu,” gumam sahabat Nabi ketika mendengar sabda Nabi Muhammad tersebut.

No comments:

Post a Comment