Suatu ketika, tatkala nabi hendak melakukan ibadah di
masjid, beliau terperanjat karena setan datang lebih dulu. Setan itu sudah
berada di dekat pintu masjid. “hai setan!” sapa Nabi, “apa yang hendak kau
kerjakan di sini? Terkutuklah engkau, wahai setan!” kutuk Nabi sambil mengusir
setan dari dekat pintu masjid.
Mendengar sapaan Nabi Muhammad, setan hanya tersenyum sambil
melirik orang yang melakukan shalat. Setelah menjawab: “aku hendak masuk ke
dalam masjid ini dan akan mengganggu orang yang sedang shalat itu.”
“Mengapa engkau tidak mengganggu dan hanya berdiri di dekat
pintu ini?” tanya Nabi sambil menunjuk pintu yang dimaksud.
“Tahukah engkau, wahai Muhammad,” kata setan dengan nada
sedikit meninggi.
“apa?” kata nabi ingin tahu.
“aku takut pada orang yang sedang tidur di dekatnya,” jelas
setan sambil menunjuk kepada orang yang sedang tertidur di dekat orang yang
sedang melakukan shalat.
“hai setan,” kata nabi. Apa?” tanya setan sedikit geram. “mengapa
engkau takut kepada orang yang sedang tertidur dan tidak takut kepada orang
yang melakukan shalat?” tanya Nabi. “sedangkan orang yang melakukan shalat itu
adalah orang yang sedang berbisik kepada Allah, dan orang yang sedang tidur itu
adalah orang yang lalai kepada-Nya,” tambah Nabi menjelaskan.
“wahai Muhammad,” kata setan. “Orang yang sedang melakukan
shalat itu bodoh dan mudah tergoda oleh kaumku. Sedangkan orang yang tertidur
di dekatnya adalah orang yang berilmu dan sulit tergoda bujuk rayuku,” setan
menjelaskan.
“Lalu, mengapa engkau takut?” tanya Nabi lagi. “Aku khawatir
wahai Muhammad,” kata setan dengan muka menunduk dan tak mampu menatap Nabi Muhammad
lebih lama, karena Nur Muhammad yang memancar dari wajah beliau.
“kalau aku berhasil menggoda orang itu,” katanya sambil
menunjuk oarang yang sedang melakukan shalat, “orang yang tertidur disampingnya
akan terbangun. Kalau dia terbangun, maka ia akan membetulkan shalatnya yang
salah itu. Lalu apa gunanya godaanku?” jelasnya sambil mengangkat alisnya
tinggi-tinggi.
“O...begitu!” kata Nabi. “kalau begitu, pergilah engkau
wahai makhluk terkutuk,” kata Nabi lagi mengusir setan yang sedang berdiri di
dekat pintu mesjid.
Percakapan Nabi dengan setan menunjukkan bahwa orang-orang
berilmu (alim) lebih tinggi derajatnya daripada orang bodoh.
Setan sangat takut mengganggu orang-orang yang mempunyai
ilmu pengetahuan.
Dalam kesempatan lain, Nabi bersabda: “orang berilmu (alim)
yang sedang tidur, itu lebih baik dari ibadahnya orang bodoh.”
“begitu tinggi derajat orang-orang berilmu,” gumam sahabat
Nabi ketika mendengar sabda Nabi Muhammad tersebut.
No comments:
Post a Comment