Kalau masuk pejamkan mata
Kalau keluar bisukan lidah
Dan pakailah pakaian kebesaran, yaitu taqwa.
Demikianlah nasihat hikmah filosofis dari Ahmad Al-Ghazali,
adik Imam Al-Ghazali kepada kakaknya sendiri.
Seperti diketahui, imam
al-ghazali adalah dua bersaudara, yaitu al-ghazali dan adiknya ahmad al-ghazali.
Selagi imam al-ghazali berada di puncak kejayaan, sehilir semudik dengan
orang-orang besar pada zamannya, maka saat itulah adiknya mengirim nasehat
demikian indah dalam sebuah sajaknya yang berhikmah. Dua tokoh ini merupakan “bintang
di langit” Islam. Mereka lahir dari dua orang tua pedagang kecil yang
menginginkan anaknya yang kelak akan disumbangkan untuk kemuliaan Islam. Kemudian
lahir kedua kakak beradik itu menjadi manusia di dunia.
Imam al-ghazali adalah guru yang
dihhormati dan pengarang ulung. Hasil karya yang monumental imam al-ghazali “Ihya
Ulumuddin.”
Sedangkan adiknya, ahmad al-ghazali, menjadi juru dakwah
yang sangat ahli dan mengesankan di Baghdad (Irak). Ia tidak banyak mengarang
seperti kakaknya, tetapi Ihya Ulumuddin
itu disaripatikan dengan nama “Lubabul Ihya”.
Arti syair itu...!
“kalau masuk pejamkan
mata”... baik keluar dari tempat, rumah dan mahligainya orang yang mampu,
maupun dimana jua, hendaknya bisukan
lidah agar jangan menceritakan apayang ada disana. Sebab menceritakan itu,
lambat laun bisa menyentuh hati dan merayu mata, sehingga gampang berpaling
dari kebenaran.
“pakailah selalu
pakaian kebesaran, yaitu taqwa.” Artinya, kemampuan menjaga diri dalam
segala situasi dan kondisi, tidak dapat dipukau dan di pesona oleh apa pun juga
termasuk kedudukan, keharuman nama, kecantikan dan lain sebagainya.
No comments:
Post a Comment