Tuesday, 5 April 2016

Petuah dari adik Imam Al-Ghazali




Kalau masuk pejamkan mata
Kalau keluar bisukan lidah
Dan pakailah pakaian kebesaran, yaitu taqwa.

Demikianlah nasihat hikmah filosofis dari Ahmad Al-Ghazali, adik Imam Al-Ghazali kepada kakaknya sendiri.

Seperti diketahui, imam al-ghazali adalah dua bersaudara, yaitu al-ghazali dan adiknya ahmad al-ghazali. Selagi imam al-ghazali berada di puncak kejayaan, sehilir semudik dengan orang-orang besar pada zamannya, maka saat itulah adiknya mengirim nasehat demikian indah dalam sebuah sajaknya yang berhikmah. Dua tokoh ini merupakan “bintang di langit” Islam. Mereka lahir dari dua orang tua pedagang kecil yang menginginkan anaknya yang kelak akan disumbangkan untuk kemuliaan Islam. Kemudian lahir kedua kakak beradik itu menjadi manusia di dunia.

Imam al-ghazali adalah guru yang dihhormati dan pengarang ulung. Hasil karya yang monumental imam al-ghazali “Ihya Ulumuddin.”
Sedangkan adiknya, ahmad al-ghazali, menjadi juru dakwah yang sangat ahli dan mengesankan di Baghdad (Irak). Ia tidak banyak mengarang seperti kakaknya, tetapi Ihya Ulumuddin itu disaripatikan dengan nama “Lubabul Ihya”.

Arti syair itu...!

kalau masuk pejamkan mata”... baik keluar dari tempat, rumah dan mahligainya orang yang mampu, maupun dimana jua, hendaknya bisukan lidah agar jangan menceritakan apayang ada disana. Sebab menceritakan itu, lambat laun bisa menyentuh hati dan merayu mata, sehingga gampang berpaling dari kebenaran.

pakailah selalu pakaian kebesaran, yaitu taqwa.” Artinya, kemampuan menjaga diri dalam segala situasi dan kondisi, tidak dapat dipukau dan di pesona oleh apa pun juga termasuk kedudukan, keharuman nama, kecantikan dan lain sebagainya.

No comments:

Post a Comment